Kamis, 15 November 2012

Pengantar Bisnis BAB 10 - Manajemen Sumber Daya Manusia


BAB 10
Manajemen  Sumber Daya Manusia

       Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
      MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.
Unsur MSDM adalah manusia.
     Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.

1.      MACAM-MACAM SUMBER DAYA MANUSIA
Manusia memiliki akal, budi dan pikiran yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan.

Sumber daya manusia dibagi menjadi dua, yaitu :
A.      Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain :
Bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

B.      Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan.
Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan.
Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

Dalam melakukan perencanaan tenaga kerja kita perlu memperhatikan berbagai aspek, yaitu :
1. Macam-macam kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang.
2. Jumlah dan mutu karyawan yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
3. Rencana, mutasi, promosi dan pension karyawan.

Setelah memiliki rencana jumlah dan mutu tenaga kerja perlu dipikirkan cara pengadaannya. Pada dasarnya ada dua alternatif utama dalam pengadaan tenaga kerja. Alternatif pertama adalah mencarinya di pasar tenaga kerja, dan alternatif kedua adalah mempromosikan orang-orang tertentu.

I. Perekrutan
Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak-banyaknya calon tenaga kerja yang sesuai dengan lowongan yang tersedia. Sumber-sumber dimana terdapatnya calon karyawan tersebut dapat diperoleh melalui macam-macam sumber, misalnya lembaga pendidikan, Departemen Tenaga Kerja, biro-biro konsultan, iklan di media massa dan tenaga kerja dari dalam organisasi sendiri.

Prinsip-prinsip rekrutmen
a). Mutu karyawan yang akan direkrut harus sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk mendapatkan mutu yang sesuai. Untuk itu sebelumnya perlu dibuat :
1. Analisis pekerjaan,
2. Deskripsi pekerjaan, dan
3. Spesifikasi pekerjaan.

b). Jumlah karyawan yang diperlukan harus sesuai dengan job yang tersedia untuk mendapatkan hal tersebut perlu dilakukan :
1. Peramalan kebutuhan tenaga kerja, dan
2. Analisis terhadap kebutuhan tenaga kerja (work force analysis)
c). Biaya yang diperlukan diminimalkan.
d). Perencanaan dan keputusan-keputusan strategis tentang perekrutan.
e). fleksibility
f). Pertimbangan-pertimbangan hukum.

II. Penyeleksian
Seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang dilakukan setelah proses rekrutmen selesai dilaksanakan. Hal ini berarti telah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan.
Proses seleksi adalah langkah-langkah yang harus dilalui oleh para pelamar sampai akhirnya memperoleh keputusan ia diterima atau ditolak sebagai karyawan baru. Proses tersebut pada umumnya meliputi evaluasi persyaratan, testing, wawancara, ujian fisik. Dalam proses seleksi itu dipakai berbagai macam jenis dalam mengevaluasi persyaratan dan terutama untuk testing.
• Proses seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang dilakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang diterima adalah yang dianggap paling cepat, baik dengan kriteria yang telah ditetapkan ataupun jumlah yang dibutuhkan
• Tes bakat dan kemampuan
• Tes kesehatan, dan
• Wawancara



Setelah proses seleksi selesai, para pelamar yang diterima diangkat menjadi pegawai. Selanjutnya diperlukan proses orientasi. Proses orientasi ini dimaksudkan untuk memperkenalkan pegawai baru kepada situasi kerja dan kelompok kerjanya yang baru. Jadi kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi, yaitu proses pemahaman sikap, standar, nilai, dan pola perilaku yang baru.
Dale Timpe (1989), menegaskan bahwasannya ciri-ciri  pegawai yang produktif adalah :
1. Cerdas dan dapat belajar dengan relatif lebih cepat.
2. Kompeten secara professional.
3. Kreatif dan inovatif.
4. Memahami pekerjaan.
5. Belajar dengan ‘cerdik’, menggunakan logika, efisien, tidak mudah macet dalam pekerjaan.
6. Selalu mencari perbaikan-perbaikan.
7. Dianggap bernilai oleh atasannya.
8. Selalu meningkatkan diri.

Hasil test seorang calon karyawan dikatakan valid, bila skornya tinggi dan kenyataan di lapangan memang sesuai. Metode seleksi mungkin saja dapat dipercaya tetapi tidak valid, namun metode seleksi yang tidak dapat dipercaya tentu saja tidak akan valid.
Beberapa instrument yang dapat digunakan dalam seleksi, yaitu :
• Surat-surat rekomendasi
• Surat lamaran
• Tes kemampuan (Test Potensi Akademik : TPA)
• Tes kepribadian
• Tes psikologi
• Wawancara
• Assessment center
• Drug test
• Honesty test
• Handwriting analysis


III. Orientasi
Program pelatihan (training) bertujuan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu untuk kebutuhan sekarang, sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya siap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datang. Pengembangan bersifat lebih luas karena menyangkut banyak aspek, seperti peningkatan dalam keilmuan, pengetahuan, kemampuan, sikap, dan kepribadian. Program latihan dan pengembangan bertujuan antara lain untuk menutupi ‘gap’ antara kecakapan karyawan dengan permintaan jabatan, selain itu juga untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja.
Untuk melaksanakan program pelatihan dan pengembangan, manajemen hendaknya melakukan analisis tentang kebutuhan, tujuan, sasaran, serta isi dan prinsip belajar terlebih dahulu agar pelaksanaan program pelatihan tidaklah sia-sia. Agar prinsip belajar menjadi pedoman cara belajar, program hendaknya bersifat partisipatif, relevan, memungkinkan terjadinya pemindahan keahlian serta memberikan feedback tentang kemajuan peserta pelatihan.

Pelatihan dapat terlaksana disebabkan oleh banyak hal yang menurut Barry (1994) karena adanya :
• Perubahan staf
• Perubahan teknologi
• Perubahan pekerjaan
• Perubahan peraturan hukum
• Perkembangan ekonomi
• Pola baru pekerjaan
• Tekanan pasar
• Kebijakan sosial
• Aspirasi pegawai
• Variasi kinerja
• Kesamaan dalam kesempatan

Rekrutmen dan seleksi termasuk fungsi-fungsi MSDM yang mempunyai peranan strategis dalam mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam analisis pekerjaan khususnya deskripsi dan spesifikasi. Kedua kegiatan tersebut didahului oleh kegiatan analisis pekerjaan dan perencanaan sumber daya manusia. Hal ini berarti bahwa kegiatan rekrutmen dan seleksi harus didasarkan pada suatu kebutuhan yang dialami organisasi, baik dalam fisik maupun dari segi kemampuan dan keterampilan. Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut secara wajar dan dikerjakan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik, akan dapat mencegah suatu organisasi akan mengalami surplus pegawai.
Penataan seleksi dan rekrutmen yang lebih baik juga mempunyai dampak yang besar terhadap pelaksanaan fungsi-fungsi SDM lainnya, seperti orientasi dan penempatan, latihan dan pengembangan, perencanaan dan pengembangan karier, evaluasi kinerja, kompensasi.


2.      PERKEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Revolusi industri abad ke 20 dan revolusi teknologi abad ke 19 mengubah makna tenaga kerja itu sendiri, dimana kebanggan hasil kerjanya menjadi berkurang.
Akibat revolusi industri dan teknologi terhadap tenaga kerja adalah :
·         Berkembangnya spesialisasi, secara ekonomis menguntungkan, hasil kerjanya lebih banyak dan orang akan ahli dalam bidangnya
·          Hambatan pengembangan diri, bagi kelompok tertentu secara sosiologis disebut blok of mobility (sekat-sekat mobilitas masyarakat)
·         Perubahan yang terus menerus, merugikan tenaga kerja dengan perubahan bidang industri dan teknologi
3.      PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
PROGRAM KOMPENSASI KARYAWAN DIRANCANG :
Ø  Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
Ø  Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul
Ø  Mencapai masa dinas yg panjang



Sesuai fungsinya, didalam perusahaan ada dua macam tenaga kerja :
·         Tenaga Eksekutif, mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen
·         Tenaga Operatif, tenaga terampil, menguasai pekerjaan, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik.
Ada tiga tenaga terampil, yaitu :
·         Tenaga terampil (skilled labor)
·          Tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
·          Tenaga tidak terampil (unskilled labor)

Penentuan jumlah tenaga kerja, meliputi dua hal pokok , yaitu :
-          Analisis Beban Kerja, meliputi peramalan penjualan (sales forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja untuk membuat satu unit barang
-          Analisis tenaga kerja, menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode

4.      HUBUNGAN PERBURUHAN
Bila terjadi ketidak kesepakatan, buruh punya senjata yang dapat digunakan :
·         Boikot
·          Pemogokkan
·         Penghasutan
·         Memperlambat kerja

5.      MENGAPA PARA PEKERJA MENDIRIKAN SERIKAT PEKERJA
Serikat Pekerja atau karyawan (Labor Union atau Trade Union) adalah organisasi pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat, melindungi, dan memperbaiki melalui kegiatan kolektif,  kepentingan sosial, ekonomi dan politik anggotanya.


6.      PERSERIKATAN SAAT INI
Tipe-tipe karyawan saat ini :
-          Craft Unions
Anggotanya karyawan yang punya ketrampilan yang sama seperti tukang kayu
-          Industrial Unions
Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama, serikat ini terdiri pekerja tidak berketrampilan maupun berketrampilan dalam perusahaan atau industri tertentu
-          Mixed Unions
Mencakup pekerja terampil, tidak terampil dan setengah terampil dari suatu lokal tertentu tidak memandang dari industri mana





7.      HUKUM-HUKUM YANG MENGATUR HUBUNGAN ANTAR TENAGA KERJA DENGAN MANAJER
Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu :
-          Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)
-          Union shop Agreement
Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu
-          Open Shop Agreement
Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja


8.      BAGAIMANA SERIKAT PEKERJA DIORGANISASI DAN DISAHKAN
Permasalahan mengenai hak seseorang untuk mendirikan dan turut serta dalam serikat pekerja. Sebagaimana diatur dalam konstitusi Negara kita UUD 1945, pasal 28E yang berbunyi:
“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”
Selain itu dalam pasal 39 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia disebutkan bahwa “Setiap orang berhak untuk mendirikan serikat pekerja dan tidak boleh dihambat utnuk menjadi anggotanya demi melindungi dan memperjuangkan kepentingannya serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
Serta masih banyaklagi ketentuan yang mengatur mengenai hal ini, diantaranya:
-          Pasal 23 ayat (4) Declaration of Human Rights.
-          Pasal 8 International Convenants on Economic, social and Cultural
-          Pasal 104 dan 137 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
Sebagai Negara hukum, salah satu ciri yang harus dipenuhi Negara, adalah perlindungan dan jaminan hak asasi manusia atas seluruh warga negaranya. Seperti halnya Indonesia yang bercita-cita menjadi Negara berlandaskan hukum, maka pemerintah Indonesia harus dapat mewujudkan dan menjamin hak atas kesejahteraan sosial bagi warga negaranya. Oleh karena itu, dengan adanya ketentuan yang menjamin hak atas kesejahteraan tersebut diatas, maka dalam hal ini pemerintah juga harus turut serta dalam pemenuhan akan hak-hak itu.



Sumber :



Pengantar Bisnis BAB 9 - Manajemen keuangan perusahaan


BAB 9
Manajemen keuangan perusahaan

1.        PERAN DAN TANGGUNG JAWAB MANAJER KEUANGAN
Ada 3 keputusan manajer keuangan yang berkaitan dengan kegiatannya, yaitu :
* Keputusan pembelanjaan (Financing)
* Keputusan Pembiayaan (Investasi)
* Kebijakan Deviden (Deviden Policy)
Peran seorang manajer yaitu memproses input menjadi output.
Dengan melaksanakan kegiatan Planning, Organizing, Leading, dan Controlling melalui  peranan yang harus dilakukan antar pribadi (hubungan interpersonal) yang sangat membantu melaksanakan tgas pekerjaan, pemberian informasi kepada pihak yang berkepentingan dengan pekerjaannya terutama informasi mengenai policy perusahaan (informational role), dan peranan ketiga yang harus dilakukan seorang manajer yang tidak kalah pentingnya adalah cara manajer menginplementasikan suatu keputusan perusahaan di dalam kegiatan perusahaan (decesion role).
Tanggung jawab seorang manajer keuangan, yaitu :
o   Peramalan dan perencanaan keuangan
o   Keputusan besar dalam investasi dan pembiayaan
o   Pengkoordinasikan dan pengendalian
o   Interaksi dengan pasar modal


A.     PENGANGGARAN MODAL
        Adalah penggunaan dana atau modal yang waktu kembalinya lebih dari satu tahun (jangka panjang).
Dengan kata lain berkaitan dengan Keputusan Investasi pada aktiva tetap.
Capital Budgeting atau penganggaran modal membutuhkan perhitungan yang lebih rinci dan hati-hati karena pengembaliaan dana > 1 tahun.


B.      ARUS KAS MASUK
         Uang tunai atau cash merupakan saldo sisa dari arus kas masuk dikurangi arus kas keluar yang berasal dari periode-periode lalu.
Arus kas bersih (net cash flow) mengacu pada arus kas masuk dikurangi arus kas keluar pada periode berjalan.
 Secara umum, informasi arus kas membantu untuk menilai kemampuan peusahaan dalam memenuhi kewajibannya, membayar dividen, meningkatkan kapasitas, dan mendapatkan pendanaan. Informasi arus kas juga membantu dalam menilai kualitas laba dan ketergantungan laba pada estimasi dan asumsi tentang arus kas di masa depan.
Tujuan laporan arus aks adalah menyediakan informasi arus kas masuk dan arus kas keluar untuk satu periode.


Laporan arus kas melaporkan ukuran arus kas untuk tiga aktivitas utama dalam bisnis yaitu :
-          Operating Activities
     Merupakan aktivitas perusahaan yang terkait dengan laba. Selain pendapatan dan beban yang disajikan dalam laporan laba rugi, aktivitas operasi juga meliputi arus kas masuk dan arus kas keluar bersih yang berasal dari aktivitas operasi terkait, seperti pemberian kredit kepada pelanggan, investasi dalam persediaan, dan perolehan kredit dari pemasok. Aktivitas operasi terkait dengan pos-pos laporan laba rugi dan dengan pos-pos operasi neraca
-          Investing Activities
     Merupakan cara untuk memperoleh dan menghentikan aktivitas nonkas. Aktivitas ini meliputi aktiva yang diharapkan untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Aktivitas ini juga meliputi pembelian pinjaman dan penagihan pokok pinjaman
-          Financing Activities
    Merupakan cara untuk mendistribusikan, menarik, dan mendapatkan dana untuk mendukung aktivitas bisnis. Aktivitas ini meliputi perolehan pinjaman dari kreditor dan pembayaran pokok pinjaman. Aktivitas ini juga meliputi kontribusi dan penarikan oleh pemilik serta pengembalian atas investasi (dividen).


Terdapat dua metode untuk pelaporan arus kas dari operasi, yaitu :
-          Metode tidak langsung (indirect method)
Laba bersih disesuaikan dengan pos penghasilan (beban) nonkas dengan akrual untuk menghasilkan arus kas dari operasi.
Keunggulan metode ini adalah adanya rekonsiliasi perbedaan antara laba bersih dengan arus kas operasi. Rekonsiliasi ini dapat membantu pengguna laporan untuk memprediksi arus kas melalui prediksi laba yang kemudian disesuaikan untuk jarak antara laba besih dengan arus kas – akual nonkas.
-          Metode langsung (direct method)
Metode ini menyesuaikan setiap pos laporan laba rugi untuk akrual terkait, sehingga menghasilkan format yang lebih baik untuk menilai jumlah arus kas masuk (keluar) operasi.
Kedua metode tersebut menggunakan format yang sama untuk menghitung kas bersih dari aktivitas investasi dan pendanaan. Yang berbeda hanyalah penyusunan arus kas bersih dari aktivitas operasi.

Penyesuaian untuk perubahan pos neraca sebagai berikut :


                        Kenaikan                           Penurunan
Aktiva             (Arus keluar)                      Arus masuk
Kewajiban      Arus Masuk                        (Arus keluar)


C.      METODE-METODE PENILAIAN INVESTASI
-          Metode Average Rate of Return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total average invesment.
Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka ini kemudian diperbandingkan tingkat keuntungan yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang disyaratkan proyek ditolak.
-          Metode Payback Metode
ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Karena itu satuan hasilnya bukan persentase, tapi satuan waktu. Kalau priode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalau lebih lama proyek ditolak.
-          Metode Net Present Value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (oprasional maupun terminal cash flow) dimasa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang dianggap relevan. Apabila nilai sekarang penerimaan- penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang lebih besar daripada nilai sekarang investasi, mak proyek ini dikatakan menguntungkan sehinnga diterima. Sedangkan apabila nilainya kecil (NPV negatif), proyek ditolak karena tidak menguntungkan.
-          Metode Internal Rate of Return
Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersi di masa-masa mendatang.Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tinkat bunga relevan(tingkat keuntungan yang disyaratkan),maka investasi dikatakan menguntungkan, kalau lebih kecil dikatakan merugikan.
-          Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan- penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi.Kalau Profitability Index (PI)-nya lebih besar daripada 1,maka proyek dikatakan menguntungkan,tetapi kalau kurang dikatakan tidak menguntungkan. Sebagaimana metode NPV,maka metode ini perlu menentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang akan dipergunakan

2.    PERENCANAAN KEUANGAN
A.     MENGAPA PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN DANA?
-  Untuk membiayai kegiatan perusahaan yaitu Investasi
-  Membayar deviden kepada pemegang saham

B.      PEMBIAYAAN PERUSAHAAN
Adalah badan usaha di luar Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan usaha:
A.      Sewa Guna Usaha (Leasing)
Adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Sewa Pembiayaan (Finance Lease) maupun Sewa Operasional (Operating Lease).
B.      Anjak Piutang (Factoring)
Adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut.
C.       Usaha Kartu Kredit (Credit Card)
Adalah kegiatan pembiayaan untuk pembelian barang dan/atau jasa dengan menggunakan kartu kredit.
D.      Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance)
Adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran.

Skema bisnis perusahaan pembiayaan didasari oleh adanya underlying asset; dekatnya jaringan industri pembiayaan dengan industri manufaktur, distributor dan pemegang merek tunggal; serta mudah dan cepatnya pelayanan, membuat industri pembiayaan lebih dekat ke konsumennya dibandingkan industri pemberi kredit sejenis

  
Sumber :




Pengantar Bisnis BAB 8 - Konsep nilai waktu dari uang


BAB 8
Konsep nilai waktu dari uang

1.     Nilai Yang Akan Datang
Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.
• FV = P0+ SI= P0+ P0(i)(n)
                                   
2.     Nilai Sekarang
Nilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut dengan present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Misalkan P adalah nilai sekarang dari uang sebanyak A pada t tahun yang akan datang. Bila kemudian diumpamakan tingkat bunga adalah r, maka bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah :
1.      I = P.r.t
dan uang setelah t tahun menjadi :
P + P.r.t = P(1+rt)
Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun mendaang, maka
P(1+rt) = A
atau
P = A/I + rt
Contoh :
Setahun lagi rudi akan menerima uang sebanyak Rp. 10.000,-. Berapakah nilai sekarang uang tersebut jika tingkat bunga adalah 13 % setahun?
Dalam masalh ini, A = 10.000,-. r = 0,13 dan t = 1
P = 10.000/ 1 + (0,13)(1)
= 8849,56
Menghitung nilai pada waktu sekarang jumlah uang yang baru akan dimiliki beberapa waktu kemudian
PV = FV / (1+i)n
Istilah yang digunakan :
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest / suku bunga)
n = tahun ke-
An = Anuity
SI = Simple interest dalam rupiah
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

3.     Anuitas
Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.
Ada dua jenis anuitas:
1)      Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode
2)       Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal periode.
3)      Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity)
Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
4)      Anuitas Abadi
Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akanberlangsung terus menerus.
PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
Tingkat suku bunga i
Obligasi terusan adalah sebuah obligasi terbitan pemerintah inggris untuk mengkonsolidasikan utang-utang masa lalu, dengan kata lain consol adalah obligasi terusan.
5)      Pinjaman yang Diamortisasi
Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara – dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).




Sumber :





Rabu, 14 November 2012

Bahasa Inggris - Profil of PT Fajar Paper


Company
Overview
http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/content/Rolls(1).jpg
                 FajarPaper is a leading packaging paper manufacturer in Indonesia with an installed capacity of 1,200,000 metric tons per year and a range of products which include Kraft Liner Board and Corrugated Medium Paper for carton-box packaging and Coated Duplex Board for display packaging.
FajarPaper was established as a limited liability company under the laws of Indonesia on February 29, 1988. FajarPaper has been listed on the Jakarta Stock Exchange since December 19, 1994. (FASW.JK).
FajarPaper is a company of the future in terms of its forward-thinking approach to business, energy conservation and the environment. Not only does every FajarPaper product begin its life from recycled paper but also the company's five paper machines are powered by self-sufficient power plants, fueled by clean natural gas.

Vision and Mission
Vision
To be a world-class industrial paper producing company that generates value and quality through responsible recycling and sustainable manufacturing.

Mission
To maintain our position as one of the leading industrial paper companies in Indonesia by capitalizing on opportunities and demand for industrial and consumer products in Indonesia and the region.


Business Model
http://www.fajarpaper.com/templates/images/company_model.jpg

Key Milestones
http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/Picture1(2).jpg
Core Strength
http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/Machine%20in%20Yellow%20Light.jpg
High Quality Products Used by Leading Consumer Brands
FajarPaper’s products are used in many industries such as food and beverage, household goods and personal care, electronics, footware, automotive, toys, and others, serving big corporations and multinational companies including Unilever, Indofood, Nestle, Aqua Danone, Mayora, Wings, Kao, Samsung, Panasonic, LG, Toshiba, Mattel and many other consumer goods companies.
Dominant Domestic Market Presence
FajarPaper is the second largest paper packaging manufacturer in Indonesia, which focuses on the packaging paper manufacturing and does not have downstream activities in box-making. FajarPaper also has long-term relationships with customers averaging for more than 10 years.
Green Company Concept Resulting in Low-cost Production
FajarPaper is only using 100% recycled paper (waste paper) as raw material, while the energy needs are fulfilled by using 2 self-owned power plants. Solid wastes are burnt to produce steam energy for production, and on top of that FajarPaper recycled and reuse 80% of the water used in the production process.
Experienced Management with a Proven Track Record in Paper Industry
FajarPaper’s management team consists of seasoned professionals in the paper industry, with a combined of experiences and future vision of the industry.
Long-standing and Trustworthy Relationships with Stakeholders
Relationships with customers, suppliers, bankers, employees and other stakeholders are valued and mostly are beyond 10 years of relationship, providing solid foundation for future growth.
Healthy Financial and Well Funded Growth Plans
From time to time FajarPaper maintain healthy financial condition, which provides production capacity expansion and financing access. This means, FajarPaper is keeping up with the market demand.

Corporete Governance
At FajarPaper, the Board of Commissioners (BoC) and Board of Directors (BoD) recognize the competitive advantage to be gained from transparent management methods, proper accountability, disclosure and best practice in the Company’s day to day operations, in the interests of all stakeholders.
The Board of Commissioners and Board of Directors share joint responsibility for adopting and maintaining transparency, integrity, fair and ethical standards and full accountability in all aspects of our business activities and to ensure full compliance with applicable laws and regulations.
Board of Commissioners
The Board of Commissioners is a professional and expert  unit, overseeing the Board of Directors and the Company as a whole. Currently, the Board of Commissioners comprising of three members, one of whom is an Independent Commissioner, met quarterly as well as in informal routine meetings with the Board of Directors.
Board of Commissioners Roles and Responsibilities The BoC oversees proper governance of the Company, through supervision and advice to the BoD on the operations of the Company. The BoC is assisted by an independent Audit Committee. Specific roles and responsibilities include:
  • To monitor the performance of management of the Company.
  • To direct, monitor, and evaluate implementation of the Company’s strategy, business plan, and operating policies.
  • To review and supervise the internal control systems and risk management of the Company.
  • To review the level of remuneration of management and the BoD.
  • To ensure the implementation of a high standard corporate governance practices and compliance.
Board of Directors
Management of the daily operations of the Company is the responsibility of the Board of Directors. This involves managing the performance of individual units, the performance of the Company overall, and the strategic focus of the business. Currently, the Board of Directors comprised five members all of whom are dedicated professionals with financial or technical expertise, and a thorough understanding of BAPEPAM and the Indonesian Stock Exchange regulations and their application. The Board of Directors met formally on.
Member of The Boards
BOARD OF COMMISSIONER
Ir. Airlangga Hartarto MMT., MBA.
President Commissioner
Ir. Airlangga Hartarto has been the President Commissioner of FajarPaper since 1988. He has been re-elected as Chairman of the Indonesian Public Listed Companies Association, for a new term, which commenced in 2008.
As Chairman of Indonesia’s Environment, Energy, Mineral Resources, Research and Technology Committee, he contributes to a range of worthwhile economic developments in Indonesia. Airlangga is Deputy Treasurer of the Golkar Party, Secretary-General of the ASEAN Federation of Engineering Organizations and President of the Indonesian Institute of Engineers.
He graduated from the University of Gajah Mada, majoring in Mechanical Engineering and studied at Wharton School-University of Pennsylvania, USA. He gained a Master’s in Management Technology from Melbourne Business School, Australia, and a Master’s in Business Administration from Monash University, Australia.
Lila Notopradono
Commissioner
Lila Notopradono has been a Commissioner since 1995.She has extensive experience in the paper industry for more than 30 years, and previously served as a Director of the Company from 1993 to 1995. Since 1991 she has served as a Commissioner of the Company’s affiliated distributor.
Tony Tjandra
Commissioner
Tony Tjandra has served as an Independent Commissioner since 2001. He graduated in Accounting from Tarumanegara University, and previously worked with KPMG.
BOARD OF DIRECTOR
Winarko Sulistyo
President Director
Winarko Sulistyo has been the President Director of FajarPaper since 1987. His extensive experience in the paper industry spans over 30 years.
Roy Teguh
Director
Roy Teguh was appointed to the Board of Directors in 1993. Prior to this he served as Purchasing Manager between 1987 and 1992. He was formerly in the textiles sector where he built 17 years of experience in a variety of roles, including procurement and purchasing
Yustinus J. Kusumah
Director
Yustinus J. Kusumah has been on the Board of Directors since 1998. Prior to this appointment, he served as the Marketing Manager for FajarPaper, 1995-1998.
He graduated in Industrial Engineering from the University of Miami, and gained a Master’s in the same subject from the Georgia Institute of Technology. Later he earned an MBA from the State University of New York, Buffalo. Before joining FajarPaper, he worked with Andersen Consulting.
Hadi Rebowo Ongkowidjojo
Director & Corporate Secretary
Hadi Rebowo Ongkowidjojo has been a Director since 1998. Prior to this, between 1995 and 1998, he served as Assistant Finance Director.
He graduated in Computer Science & Engineering from the University of California, Los Angeles, and with a Management degree from the Graduate School of Management, Prasetiya Mulya, Jakarta. Before joining FajarPaper, he worked with Andersen Consulting.
Christopher Thomas Pedder
Director
Christopher Thomas Pedder was appointed as a Director of the Company in 2008. He is in charge of the Mill and Engineering. He previously worked in the Company in 1990-2002 and he was the director of the Company in 1998-2002. He left the Company in 2002 to work with Voith Paper and rejoined the Company again in 2008.

Corporete Structure
http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/Picture3.jpg

Certifications
http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/content/company_cert1.jpgCertificate No: 95-2-0524

ISO 9001 (Quality Management System) is one of international standard which established by the International Organization for Standarization. This International Standard promotes the adoption of a process approach when developing, implementing and improving the effectiveness of a quality management, to enhance costomer satisfaction by meeting customer requirement. An advantage of the process approach is the ongoing control that it provides oves the linkage between the individual processes within the system of processes, as well as over their combination and interaction. (ISO 9001:2008 international standard).

http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/content/company_cert2.jpgCertificate No: 2010-0479

ISO 14001 (Environment Management System) is one of international standard which established by the International Organization for Standarization. This International Standard specifies requirement for an environment management system ti enable an organization to develop and implement a policy and objectives which take into account legal requirements and information about significant environment aspects. The overall aim of this International Standard is to support environmental protection and prevention of pollution in balance with socio-economic needs. (ISO 14001:2004 international standard).

http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/ohsas18001.jpgCertificate No: OHS-2011-0391

OHSAS 18001 (Occupational Health & Safety) is the latest certification specification for Occupational Health and Safety Management Systems. It is based on already published criteria such as BS 8800 and the Management Regulations 1992. OHSAS 18001 is an audit/certification specification, not a legislative requirement or a guide to implementation.

http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/content/company_cert3.jpg

http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/content/the_triple_a_2012.jpgHighly Commended Best Structured Trade Deal Indonesia  -  2012 The Asset Asian Awards www.theasset.com/article/22143.html




Product
Coated Duplex Board
Our Finished Product
http://www.fajarpaper.com/include/imageRead.php?file=product/product_duplex_2.jpg
Fajar Duplex
Coated duplex board is a paper with a white, glossy-coated, top layer finish and a grey bottom layer. Coated duplex board is ideal for light-weight packaging materials that require high quality printing, particularly effective for pharmaceutical products, shoes, household goods, processed foods and consumer electronics

Customer's End Products
http://www.fajarpaper.com/include/imageRead.php?file=/product/boxboard_2.jpg
Box Board

Container Boards
Our Finished Product
http://www.fajarpaper.com/include/imageRead.php?file=product/product_liner_2.jpg
Fajar Liner
High quality brown packaging paper used for the outer layers of corrugated sheets. It provides effective protection for contents and a smooth surface that facilitates high quality printing. Made from 100% recycled paper.
http://www.fajarpaper.com/include/imageRead.php?file=product/product_medium.jpg
Fajar Medium
High performance fluting paper used in the construction of carton boxes. It is made from 100% recycled paper. It superb characteristics provide good protection during transportation and for use in display stacks. The combination of FajarLiner and FajarMedium ensures excellent runnability on corrugator machines.

Customer's End Products
http://www.fajarpaper.com/include/imageRead.php?file=/product/Boxes_2.jpg
Container Box


Quality Certifications
All our products, Corrugating Medium Paper (CMP), Kraft Liner Board (KLB), and Coated Duplex Board (CDB), are certified as “Recyclable” products.
http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/content/pro_cert1.jpg
Coated Duplex Board (CDB)
Corrugating Medium paper (CMP)
Kraft Liner Board (KLB)
http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/content/pro_cert2.jpg
ISEGA Certification
http://www.fajarpaper.com/upload/fckeditor/content/FSC.JPG
Forest Stewardship Council - Chain of Custody Certification (link)

Certificate Code:SGS-COC-009514

FSC License Code: FSC-C112053



BAHASA INGGRIS
logo_gunadarma.jpg

                          PROFIL OF PT. FAJAR PAPER      
NAMA :                                                                                        NPM:
1.    Annisa Hani Utari                                              20212960
2.   Asri Andriani Rohmana                                       21212215
3.   Carey Desiana                                                   21212553
4.   Devi                                                                  21212918
5.   Gusti Ani Yunita                                                        23212218
6.   Isna Rohmatin                                                   23212851
7.   Rika Novianna                                                    26212372


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
TAHUN 2012/2013





Daftar Pustaka